Penulisan Naskah Media Video/TV
Ketrampilan menulis naskah video/tv memang bukan merupakan pekerjaan yang dapat dilakukan oleh setiap orang, apalagi kalau ia bukanlah seorang yang pernah menulis atau setidak-tidaknya menulis merupakan hobinya.
Apabila kita sering dan dapat menuangkan ide dalam bentuk prosa, ceritera pendek atau bahan pelajaran misalnya, kemampuan ini sudah merupakan suatu permulaan yang baik.
Walaupun banyak terdapat persamaan antara menulis prosa, ceritera ataupun bahan belajar, namun dalam penulisan video/tv ada kaidah-kaidah yang harus diikuti oleh penulisnya, karena di dalam program video, waktu tayang atau lama pemutaran program perlu dipikirkan dalam penulisan. Menulis program video juga bukan untuk dibaca ceriteranya, melainkan agar dapat menjadi petunjuk bagi orang lain yang akan membuat visualisasinya. Visualisasi yang jelas, runtut dan memberikan tuntutan akan bermanfaat bagi mereka yang akan memproduksinya nanti. Oleh karenanya seorang penulis naskah tidak perlu terjebak kepada penulisan berdasarkan batasan-batasan ukuran shot saja , yang walaupun dicantumkan dalam naskah nampak seperti naskah video/tv. Namun banyak hal lain yang perlu dimuat dan menjadi suatu keharusan dalam sebuah naskah video/tv. Hal ini dikarenakan , penulis naskah video/tv bukan saja menuliskan sajiannya dalam uraian shot , dengan ukuran-ukurannya, namun ia harus pula dapat menguraikan adegan dalam bentuk yang operasional.
Hal yang sering terjadi adalah, penulis mula akan berhenti dan tidak dapat melanjutkan menulis manakala ia terjebak ke dalam penulisan uraian adegan yang mencantumkan ukuran sebuah shot.
Untuk mengatasi hal ini, maka sebaiknya penulis naskah menghindarkan diri dalam penulisan yang sudah mengandung deskripsi ukuran shot. Mereka cukup membayangkan saja apa yang akan dilihat oleh penonton dan menuliskannya dalam bentuk adegan lengkap dengan suara, dan bunyi yang terdengar dalam adegan , bukan shot.
Penulisan video non studio berlainan dengan penulisan program TV yang diproduksi di studio, karena program TV di studio menggunakan multi kamera, bukan single kamera. Di dalam naskah TV, jabaran shot sudah diperlukan karena kerja dari kamera 1, 2 dan 3 sudah dibagi secara sistematis. Perpindahan dari kamera 1 ke kamera yang lain diatur oleh seorang switcher. Oleh karena itu diperlukan naskah dengan jabaran shot.
Penulisan naskah video/tv yang akan Saudara pelajari di sini adalah penulisan naskah untuk single camera, yang di Indonesia dikenal dengan nama “sinetron” yang juga dikenal sebagai naskah televisi dengan film style (gaya film) .
Secara umum pengertian produksi program video/tv adalah sebuah kegiatan pemindahan ceritera, ide, dalam bentuk media visual bergerak yang hasilnya akan dilihat dan didengar melalui layar televisi.
Naskah video dikenal juga dengan nama scenario. Naskah ini yang akan menjadi panduan atau petunjuk praktis yang akan digunakan oleh sutradara dalam proses pembuatan visualisasinya nanti.
LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN NASKAH VIDEO/TV
Tentunya Anda masih ingat bahwa awal dari penulisan naskah adalah adanya ide atau gagasan. Bagi penulis independent, ide yang dibuat adalah berdasarkan khayalan atau pengalaman atau diilhami oleh suatu peristiwa yang akan diabadikan.
Untuk penulis naskah yang menulis program pembelajaran , mereka terikat dengan kaidah-kaidah pembelajaran dan keilmuan. Mereka tidak dapat terlepas dari fakta keilmuan yang sudah dibakukan dalam Garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Namun ia masih mempunyai kebebasan untuk memilih topic-topik menarik yang didapatkannya dari kurikulum yang merupakan turunan dari GBPP.
Misalnya, dari GBPP disebutkan bahwa siswa dapat menjelaskan tentang rantai makanan. Penulis naskah dapat mengambil topic tersebut dengan menambahkan akibat-akibat dari putusnya rantai makanan, sehingga terjadi bencana pada manusia. Akibat dari putusnya rantai makanan tidak dibahas khusus oleh GBPP ataupun Kurikulum. Topik putusnya rantai makanan adalah untuk memberikan peringatan kepada khalayak penonton (baik siswa ataupun masyarakat umum) untuk mengetahui akibat dari pengelolaan alam yang salah.
Dalam penulisan naskah , seorang penulis naskah dapat memulainya dari memilih topik sesuai keinginannya. Untuk program video pembelajaran ,bila tersedia , Anda dapat memilihnya dari GBIPM (Garis Besar Isi Program Media) yang merupakan turunan dari GBPP dan Kurikulum yang pernah Anda pelajari.
Kalau tidak tersedia, maka Anda dapat memilih topic dari kurikulum yang diajarkan. Kemudian langkah selanjutnya adalah mengumpulkan informasi tentang apa saja yang harus dimuat yang akan dikembangkan nanti dalam penulisan naskahnya. Tujuannya adalah untuk memperkaya nuansa program agar tidak terasa kering dan membosankan. Ini dapat dilakukan dengan mencarinya pada buku-buku, wawancara , ataupun mengambilnya dari klipping Koran.
Setelah semuanya terkumpul, maka Anda sudah dapat menulis sinopsisnya.
Mengapa synopsis diperlukan ? Karena synopsis ini akan membantu Anda dalam penulisan nanti sebelum Anda kembangkan ke treatment. Sinopsis adalah ikhtisar ringkas dari program yang akan dibuat/ditonton sebagai panduan untuk mengetahui apa yang terkandung di dalamnya. Sedangkan treatment adalah pengolahan synopsis berdasarkan urutan ceritera adegan demi adegan sebagaimana nanti nampak di naskah (scenario). Langkah terakhir adalah , penulisan naskah (scenario) berdasarkan urutan yang dimuat dalam treatment, lengkap dengan audio dan perintah visual dan audio lainnya.
Penulisan Sinopsis dan Treatment
Menuliskan synopsis merupakan langkah awal setelah kita telaah GBPP dan Kurikulum. Tentu saja bagi penulis independent yang bukan penulis naskah video instruksional, telaah GBPP dan Kurikulum tidak diperlukan.
Setelah kita temukan topic yang menarik yang dapat diangkat menjadi sebuah naskah video/tv, maka kita dalami lagi elemen-elemen yang dapat dimasukkan ke dalam naskah video/tv yang akan kita buat.
Contoh :
Dalam topic “Putusnya Rantai Makanan” kita melihat ada elemen-elemen :
1. Rusaknya lingkungan karena perusakan alam oleh manusia.
2. Bencana alam berupa : kekeringan, dan banjir
3. Musnahnya sumber makanan bagi makhluk hidup.
Ketiga elemen ini kemudian kita padukan menjadi ikhtisar atau ceritera atau synopsis yang akan menjadi inti dari naskah kita , yang kira-kira sebagai berikut :
SINOPSIS :
Manusia mendapatkan makanan dari alam, demikian juga hewan dan tumbuh-tumbuhan. Keberadaan makhluk hidup sangat bergantung pada alam. Alam memberikan apa yang dimilikinya untuk kelangsungan hidup makhluk hidup. Eksploitasi besar-besaran atas alam tanpa memperdulikan kelestariannya, akan mengakibatkan rusaknya lingkungan, sehingga terjadi bencana kekeringan ataupun banjir yang merupakan malapetaka bagi umat manusia dan makhluk hidup penghuninya. Tanah yang tandus tidak akan dapat lagi memberikan makanan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Dari apa yang diuaraikan di atas maka elemen visual yang ada di dalam synopsis dapat dikembangkan menjadi sebuah treatment.
Visual yang akan digarap dalam treatment akan lebih kaya lagi , kalau kita dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam atas topic yang sudah kita tentukan di atas. Penelitian dapat dilakukan melalui wawancara dengan para ahli, penelitian literatur, ataupun klipping koran. Dengan demikian akan lengkaplah apa yang akan kita kembangkan nanti.
Treatment adalah pengembangan naskah awal berupa visualisasi yang sudah mengarah kepada apa yang akan nampak di layar nanti. Jadi di sini visualisasi awal sudah kita mulai. Bagaimana kita mem-visualisasikan ide kita secara operasional ? Mari kita lihat contoh berikut :
TREATMENT :
1. Program ini diawali dengan sebuah pemandangan pegunungan dengan hutan-hutan hijau yang menutupi seluruh bagian yang terlihat di layar. Pandangan mendekat dan berpindah kearah daerah persawahan yang membentang hijau subur . Kamera berpindah memperlihatkan para petani yang sedang bekerja di sawah, ada yang sedang mencangkul, ada yang sedang memperbaiki irigasi swahnya, dan adapula yang sedang bercakap-cakap dengan temannya.
Musik degung mengiringi adegan yang ditampilkan ini.
2. Pandangan berpindah ke bagian lain dari sawah memperlihatkan petani yang sedang menaburkan pupuk.
Di sini Titel Pembuka muncul dengan huruf biru tua bergaris kuning :
Titel Pembuka : mula-mula muncul logo, diikuti oleh tulisan SEAMOLEC mempersembahkan yang muncul secara berurutan secara animasi.
Kamera berpindah kearah lain, memperlihatkan kerbau yang sedang diberi makan oleh penggembalanya. Di sini Titel utama muncul sebagai judul :
PUTUSNYA RANTAI MAKANAN
(warna tulisan merah, bergaris tepi kuning)
Titel ini muncul secara FADE IN dan FADE OUT.
3. Kamera memperlihatkan kembali pemandangan gunung dan hutan-hutan (dari sisi yang lain). Kemudian diikuti oleh pemandangan hutan-hutan yang lebat. Diperlihatkan kehidupan burung, dan binatang lain baik besar dan kecil.
Suara gamelan terdengar menjauh (fade out) . Di sini narasi terdengar menyampaikan , bahwa alam sangat berperan terhadap kehidupan makhluk hidup yang ada di atasnya. Ia memberikan apa saja yang diperlukan . Makhluk hidup memerlukan alam untuk tempatnya berlindung, mencari makan serta untuk tempat tinggalnya. Tidak terkecuali manusia.
Perhatikan : apa yang tampak dalam treatment ini pertama adalah penjabaran yang diberi nomor . Setiap nomor ini dinamakan Scene atau adegan.
SCENE sebagaimana dikatakan dalam Makalah VISUALISASI IDE adalah kumpulan dari shot yang disusun secara berarti dan menimbulkan pengertian yang utuh. Scene terdiri dari kumpulan shot.
SHOT adalah kumpulan gambar hasil rekaman kamera yang dimulai dari tombol ditekan sampai dilepas kembali.
Sebuah shot belum memberikan arti apa-apa, kecuali kalau ia digabung dengan shot-shot yang lain sehingga menimbulkan arti yang utuh. Jadi sebaiknya seorang penulis naskah dalam membuat visualisasi tidak membatasi diri dengan gambaran shot, melainkan uraian adegan yang utuh. Dikatakan uraian , karena belum berupa visualisasi yang operasional.
Kalau Anda sudah menyelesaikan penulisan treatment, maka akan mudahlah Anda untuk menulis naskah skenarionya. Anda tinggal melengkapi treatment yang telah Anda buat dengan rincian visual , komponen audio berupa narasi, musik ataupun suara langsung dari pelakon yang tampak di gambar.
ISTILAH-ISTILAH DALAM PENULISAN NASKAH VIDEO/TV
Untuk dapat memahami istilah seperti yang dicantumkan di atas seperti narasi, dialog, ataupun istilah-istilah lain, di sini akan dijelaskan arti dan penggunaannya dalam penulisan naskah.
Narasi:Informasi yang menyertai visual sebagai penjelasan atas visual yang disajikan. Pembaca tidak tampak di layar.
Dialog: Percakapan antara 2 pelaku atau lebih. Pelakon yang melakukan dialog tampak dilayar.
FADE IN : Visual/Audio mun cul secara perlahan
FADE OUT : Visual/Audio perlahan menghilang.
PAN : Panoramic Shot, gerakan menyapu dari kiri ke kanan atau kanan
kekiri. Kamera tidak berpindah tempat
TILT : Gerakan Kepala Kamera dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah .
Kamera tidak berpindah tempat
TRACK/DOLLY : Gerakan kamera mendekat / menjauh ke obyek. Kamera bergerak
berpindah tempat.
ZOOM : Gerakan optic pada lensa memberi Effek mendekat dan menjauh.
Kamera tidak berpindah tempat.
FOLLOW : Seperti track, tetapi kamera ikut berjalan mengikuti obyek.
HIGH ANGLE : Diambil dari ketinggian
EYE LEVEL ANGLE : Pengambilan normal, dari ketinggian mata
LOW ANGLE : Pengambilan dari arah rendah
SPLIT SCREEN : Layar terbagi dua
SUPER IMPOSSED : Dua gambar menjadi satu bertumpuk.
DISSOLVE : Gambar bercampur , adegan pertama perlahan menghilang, adegan
kedua menggantikan.
WIPE : Adegan terdahulu tersapu oleh adegan berikutnya.
ISTILAH KHUSUS PADA AUDIO :
SFX : SOUND EFFEX ( suara bukan hasil rekaman langsung pada saat shooting,
tetapi dapat diambil dari album FX ataupun dibuat.)
O/S : OFF SCREEN, suara terdengar tetapi Sumber suara tidak tampak di layer.
MUSIC : Suara musik yang terdengar mengiringi Adegan
DIRECT SOUND : Perekaman suara langsung pada saat Berlangsungnya perekaman gambar
Istilah-istilah diatas akan sangat menunjang bila digunakan untuk melengkapi naskah yang Anda kembangkan.
Dengan mencantumkan istilah-istilah tersebut, maka naskah yang Anda tulis akan semakin lengkap.
Kalau Anda kurang memahami aplikasi dari penggunaan istilah di atas, sebaiknya Anda tuliskan saja maksud Anda, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman pada para pelaksananya produksi nantinya.
-----------00000---------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Comment Anda: